Pendahuluan
Memasuki tahun 2026, banyak calon pemilik rumah mulai mempersiapkan rencana pembangunan hunian dengan lebih matang. Salah satu pertanyaan paling sering muncul adalah: berapa biaya bangun rumah di tahun 2026, khususnya untuk rumah dengan luas 80–100 m²?
Ukuran 80–100 m² menjadi pilihan ideal bagi pasangan muda maupun keluarga kecil hingga menengah. Ukuran ini cukup fleksibel untuk menghadirkan ruang yang nyaman tanpa memerlukan lahan dan anggaran yang terlalu besar. Namun, kenaikan harga material, biaya tenaga kerja, dan standar kualitas bangunan membuat estimasi biaya bangun rumah perlu dihitung secara cermat.
Artikel ini akan membahas estimasi biaya bangun rumah 2026 untuk luas 80–100 m² secara detail, mulai dari kisaran harga, rincian biaya, faktor yang memengaruhi anggaran, hingga tips agar biaya tetap terkendali.

Gambaran Umum Biaya Bangun Rumah Tahun 2026
Di tahun 2026, tren pembangunan rumah dipengaruhi oleh beberapa faktor utama:
- Kenaikan harga material bangunan
- Penyesuaian upah tenaga kerja
- Permintaan rumah dengan kualitas lebih baik
- Standar kenyamanan dan keberlanjutan
Secara umum, biaya bangun rumah dihitung berdasarkan harga per meter persegi (m²). Untuk rumah tinggal di Indonesia, estimasi biaya bangun rumah 2026 diperkirakan berada di kisaran:
- Standar: Rp4.500.000 – Rp5.500.000 / m²
- Menengah: Rp5.500.000 – Rp7.000.000 / m²
- Menengah ke atas / Premium: Rp7.000.000 – Rp9.000.000 / m²
Harga tersebut dapat berbeda tergantung lokasi, spesifikasi material, dan kompleksitas desain.
Estimasi Biaya Bangun Rumah 80–100 m² di 2026
Simulasi Biaya Berdasarkan Luas Bangunan
1. Rumah Luas 80 m²
- Standar: ± Rp360 juta – Rp440 juta
- Menengah: ± Rp440 juta – Rp560 juta
- Menengah ke atas: ± Rp560 juta – Rp720 juta
2. Rumah Luas 100 m²
- Standar: ± Rp450 juta – Rp550 juta
- Menengah: ± Rp550 juta – Rp700 juta
- Menengah ke atas: ± Rp700 juta – Rp900 juta
Estimasi di atas belum termasuk biaya tanah dan perizinan tertentu.
Rincian Biaya Bangun Rumah 2026
Agar lebih mudah dipahami, berikut gambaran pembagian biaya bangun rumah:
1. Biaya Pekerjaan Struktur (±35–40%)
Meliputi:
- Pondasi
- Struktur beton dan kolom
- Balok dan plat lantai
- Struktur atap
Struktur menjadi elemen terpenting karena menentukan kekuatan dan umur bangunan.
2. Biaya Arsitektur dan Finishing (±30–35%)
Meliputi:
- Dinding dan plesteran
- Lantai (keramik, granit, atau vinyl)
- Pintu dan jendela
- Finishing cat dan wall treatment
Pada rumah modern 2026, finishing semakin diperhatikan karena berpengaruh besar pada estetika dan kenyamanan.
3. Biaya Interior Dasar (±10–15%)
Termasuk:
- Kitchen set sederhana
- Lemari built-in
- Meja wastafel
- Partisi interior
Interior sering menjadi pembeda antara rumah standar dan rumah nyaman jangka panjang.
4. Biaya Utilitas dan Instalasi (±10%)
Meliputi:
- Instalasi listrik
- Instalasi air bersih dan kotor
- Drainase dan septic tank
- Persiapan AC dan sistem ventilasi
Instalasi yang baik akan mengurangi biaya perawatan di masa depan.
5. Biaya Lain-Lain dan Cadangan (±5–10%)
Biasanya disiapkan untuk:
- Perubahan desain
- Kenaikan harga material
- Pekerjaan tambahan tak terduga
Faktor yang Mempengaruhi Biaya Bangun Rumah
1. Lokasi Pembangunan
Biaya bangun rumah di kota besar umumnya lebih tinggi dibandingkan daerah pinggiran karena biaya logistik dan tenaga kerja.
2. Desain dan Kompleksitas Bangunan
Rumah dengan banyak detail, level lantai berbeda, atau bentuk tidak sederhana akan membutuhkan biaya lebih besar.
3. Spesifikasi Material
Pemilihan material sangat memengaruhi total anggaran. Material premium menawarkan tampilan dan daya tahan lebih baik, namun dengan biaya lebih tinggi.
4. Jumlah Lantai
Rumah 2 lantai memungkinkan efisiensi lahan, tetapi membutuhkan struktur dan biaya tambahan dibanding rumah 1 lantai.
Tips Mengontrol Biaya Bangun Rumah di 2026
1. Tentukan Budget Sejak Awal
Pastikan anggaran realistis dan sesuai dengan kebutuhan ruang.
2. Gunakan Desain yang Efisien
Desain yang simpel, minim sudut rumit, dan modul yang rapi akan menekan biaya konstruksi.
3. Prioritaskan Kualitas Struktur
Struktur yang baik akan menghemat biaya perbaikan jangka panjang.
4. Gunakan Material Lokal Berkualitas
Material lokal sering kali lebih ekonomis dan cocok dengan iklim Indonesia.
5. Gunakan Jasa Profesional
Arsitek dan kontraktor berpengalaman dapat membantu menghindari kesalahan yang berujung pembengkakan biaya.
Tren Bangun Rumah 80–100 m² di Tahun 2026
Beberapa tren yang memengaruhi biaya dan desain:
- Rumah modern tropis
- Open plan living
- Ventilasi alami maksimal
- Material ramah lingkungan
- Interior multifungsi
Tren ini mendorong rumah menjadi lebih nyaman meski dengan luas yang terbatas.
Kesimpulan
Biaya bangun rumah 2026 untuk luas 80–100 m² berada di kisaran ratusan juta rupiah, tergantung pada spesifikasi, desain, dan lokasi pembangunan. Dengan perencanaan yang matang, anggaran yang jelas, serta pemilihan desain dan material yang tepat, rumah berukuran 80–100 m² dapat menjadi hunian yang nyaman, fungsional, dan bernilai jangka panjang.
Memahami struktur biaya sejak awal akan membantu Anda mengambil keputusan yang lebih bijak dan menghindari pembengkakan anggaran di tengah proses pembangunan.
Sedang merencanakan bangun rumah di tahun 2026?
Konsultasikan kebutuhan desain dan anggaran Anda bersama tim Beddo untuk solusi rumah yang efisien, nyaman, dan sesuai budget.
